30.12.08

doa

‘aku gelisahkan malam..semakin lama ia semakin menghilang
‘perlahan menjauh menyusuri dinginnya tepian langit
’sepertinya ia mencari mentari diperebahannya
‘mengusap lembut setiap lekukannya. bangunkan
________________________________________________
‘aku sadari sepi..perlahan ia mengaduh
’sadarkan aku dari kecemasan tadi malam
‘mentari telah gagah berjubah emas
‘membawaku pada padanya.
________________________________________________
’sorot matanya tak katakan janji
‘tapi sedikit risau diujung bibirnya tunjukan pergi
‘perlahan aku terkurung rindu
‘pada lelaki terindah dihadapku
________________________________________________
‘tak lebih dari sedepa ia menjauh
‘begitu awan biaskan mendung
‘tak ingin ku panggilkan dia, agar kembali
‘karena hanya sekejap. yakinlah sekejap ia pergi
________________________________________________
‘janganlah ada ranting yang tersimpul
‘ku sibak awan biarkan biru
‘ku rengkuh angin samarkan beku
‘ku jaga malam bantu dia tidur
________________________________________________
‘hanya ini kukirim
‘pada setiap helai daun disana
‘pada celah gunung sahabatku
‘agar ia tetap mendatarkan terjal
‘menjaga dia untuk kembalikan pulang.


jan.01.2008

No comments:

Post a Comment